Selasa, 22 Desember 2020

Semeleh

Adakah rasa yang lebih membahagiakan seperti ketika dua orang sudah semeleh dengan hati dan pikirannya. Mencoba untuk saling menerima, dan berhenti mencari yang lebih. 

Sabtu, 19 September 2020

Bagaimana percaya?

Terlalu manis sebuah perkataan yang diucapkan oleh mulut laki-laki. Hingga aku ikut didalam kisah sedihnya. Tanpa anda tau bagaimana kelanjutannya. Shit!! Jangan percaya lagi pada omongan mereka!! Telah aku temui banyak cerita. Akulah sang saksi. 

Selasa, 19 November 2019

Lulu dan Jend Sudah Dewasa


Wahhhh.....tidak terasa kita sudah menginjak akhir tahun 2019 saja. Tulisan pertama di tahun 2019 yang penuh lika-liku ini. Saya akan memulainya dengan cerita manis tentang gadis yang bernama Lulu dan seorang laki-laki bernama Jend. Sebenarnya jauh jauh pada tahun-tahun kegelapan saya sering sekali menulis tentang Jend, hingga saya terlalu sering ngepost tentang dia hingga akhirnya saya muak sendiri -_- dan saya menghapus semua cerita yang berbau tentang Jend.

Singkatnya, ada seseorang yang menulis tentang awal pertemuan si Lulu dan Jend di salah satu blognya, dirilis sekitar tahun 2011an. Itulah awal bagi mereka hingga terbangun hubungan yang sangat dewasa dan menggairahkan #halah.

Awalnya, Lulu dan Jend adalah dua insan remaja yang masih duduk dibangku sekolah, lulu yang masih anak SMP ditingkat akhir sedangkan Jend adalah anak SMA tingkat akhir yang sedang berjuang meraih cita-citanya. Jend adalah seorang bocah yang sangat optimis, percaya diri dan ambisius. Apa yang dia cita-citakan, dia akan mengejar sesuatu itu sampai dapat. Mimpinya hanya satu waktu itu, dia harus masuk sekolah pelayaran, yang maaf saya tidak akan menyebutkan nama Perguruan Tinggi-nya.

Saya akui, Usahanya demi meraih mimpinya sangat sepadan dengan hasil yang dia peroleh saat ini. Saya ingat betul, dia setiap hari lari-lari, renang, dan melakukan sederet olahraga lainnya yang akan di ujikan, bukan hanya fisiknya saja, dalam hal ibadahnya jangan diragukan lagi, ketika malam hari kita terlelap, jangan tanya Jend sedang apa, jelas saya tidak akan menulis detailnya lagi.

Hingga akhirnya, Jend berhasil masuk sekolah pelayaran sampai lulus dan kini dia sudah bekerja, di luar negri. Ya, hubungan kami memang hanya sebatas kakak-adik saja, waktu jend masih pendidikan, dia sempat beberapa kali menghubungiku, hanya sekedar memberi kabar dan ngeciwis kesana kemari. Harusnya kalian paham, bagaimana kisah cinta seorang laki-laki yang berseragam ? Tentu Jend tidak jauh dari cinta dan wanita. Yup, dia juga bercerita dengan siapa saja dia berkenalan, menceritakan bagaimana wanitanya, bagaimana dia mencampakkan semua wanitanya HAHAHA.

Pada suatu bulan di akhir tahun 2018, dia datang kerumah dengan rapinya, berjalan menghampiri aku, ibuku dan kakakku yang sedang diteras samping rumahku membawa beberapa bungkusan cokelat yang banyak tanpa dibalut plastik,itu oleh-oleh darinya sehabis pulang dari luar negeri. Dengan santainya dia meminta ijin ibu untuk keluar bersamaku. Singkatnya sampailah kami di coffeshop dekat kaki gunung. Ya, kami sampai di puncak. Itu adalah pertemuan pertama kami setelah sekian lama kami berpisah.Saya masih ingat suasana malam itu, dingin dan sangat haru. Saya hampir menangis, ingat! hampir! Kami duduk saling bertatapan muka, saya pandang wajahnya, dia hanya tersenyum, saya yang hampir menangis ini mengingat kembali bagaimana kita bisa mempertahankan hubungan yang sangat complicated ini. Dulunya kami adalah dua anak remaja yang masih punya ego yang besar, saya yang masih di tingkat Sekolah Menengah Pertama, sedangkan dia adalah seorang remaja laki-laki yang sedang mengejar mimpinya sehabis lulus SMA. Dan kini, kita adalah dua insan yang sudah dewasa, betul, kami bukan remaja lagi.

Singkatnya, pada suatu malam kami kembali lagi untuk sekedar ngobrol dan ngomong ngalor ngidul, lagi lagi kami memilih perjalanan ke timur mendekati kaki gunung lagi, di perjalanan kembali ke rumah, entah bagaimana awalnya saya juga agak tidak terlalu ingat, Di dalam mobil Jend menanyakan “Ah masak kamu gada perasaan sedikitpun” jelas itu pertanyaan jebakan, lahhhh aku dengan ekspresi yang embuh membalas “OPO SEEEH” lagi-lagi dia menjawab “Coba kita pegangan tangan, biar tau rasanya, kek gimana kita” ini sudah saya ringkas ya sebenernya, karna dia ngomong pakai bahasa jawa kadang indonesia. Dia sudah menjulurkan tangan kirinya, saya yang masih bingung antara beneran mau menggenggam tangannya apa gimana, akhirnya yaudah dengan malu-malu saya ikutin aja game nya dia, WHAT THE HELLLLLL....itu pertama kali cuyy,sejak sejak sejak kita masih ingusan baru pertama kali ini, gak sampek 10 detik kita berdua ketawa semua HA HA HA HA. GILA YA KELYAN.
Dia hanya punya waktu 3 bulan di Indonesia, sebelum dia kembali pada kehidupannya.
3 bulan adalah 90 hari, hanya 90 hari waktunya, apalagi yang dicari? Bersenang-senang, menghambur-hamburkan uang, begitulah kehidupannya disini. Jangan kaget, seleranya sangat ndeso sekali, daripada makanan western, Jend lebih suka makan pecel, botok, mendoan, tahu dan tempe.

Dalam kehidupan pribadi, Kami memang punya cerita asmara sendiri-sendiri, Jend yang sekarang sudah punya pacar untuk diseriusi. Sementara Lulu?  Sibuk mencari kerikil dipinggir jalan alias Lulu ra nggenah banget huhu. Yak, dalam suatu momen, akhirnya Jend bilang bahwa didunia ini apalagi yang mau dia cari, wanita yang sholehah yang akan mendampinginya kelak. Saya pikir, mungkin pacar Jend yang sekarang, yang akhirnya akan menjadi tulang rusuknya.

Dan baru kemaren dia mengirimkan pesan lewat whatsapp, mau pulang lagi, Desember 2019 katanya. Saya cuma berharap bahwa kisah Lulu dan Jend ini jangan sampai berakhir. Jend bilang...

 “Lintang dan Fajar tidak mungkin bisa bersatu, Mereka melengkapi”.


Sabtu, 13 Oktober 2018

Dua lima September 2018


25 September 2018 menjadi hari yang paling seram dalam hidupku, sampai-sampai mau bernafas saja sesak. Sore menjelang malam, aku harus menerima kenyataan, menerima tamparan hidup, menerima keputusan yang sangat sangat amat berat.

Lucu memang, kita hidup di dunia memang harus ada akhirnya (mati), begitu pula dengan semua yang dimulai pada hal apa saja, pasti akan ada akhirnya. Mati saja kita tidak tau akan datang kapan, eh ini sudah di warning jauh jauh hari.

Mempersiapkan kehilangan pada apa yang sudah di capai.
Berat memang, bisa apa lagi kita selain menerima?
Ikhas...ikhlas... berulang kali ku ucapkan sambil menepuk ringan dadaku.
Betul kata pepatah itu...
Manusia yang berencana, Tuhan yang menentukan.

Sabtu, 24 Juni 2017

Berkah Juni


Yeeeeyyy gak kerasa ya,Ketemu Juni lagi. Alhamdulillah,Kemarin 23 Juni bisa berkumpul dengan grup kesayangan,Siapa lagi kalau bukan Warok Karanganyar. Jadi,ceritanya kemarin aku ngajakin buka bersama bareng kan karena di bulan Juni bertepatan dengan bulan puasa ya sekalian makan-makan ulang tahunku yang ke 21 tahun. Kali ini,tumben banget aku ngadain makan-makan di Solo haha biasanya di Karanganyar mulu,Okey gapapa ganti suasana aja ya dan kemarin teman-temanku sukses membuat surpres yang pres pres pres,Kalau dipikir-pikir tahun ini adalah ulang tahunku yang paling rame,paling berkesan, dan arrgghh best momen in my birthday.

Jadi kan, 2 orang yang belum juga dateng padahal udah jam setengah tujuh,sedangkan buka puasa kan jam setengah 6 , Ga ngerti lagi deh telat sejam -_- Okey,jadi aku putuskan buat ibadah dulu,Jadi yang ibadah cuman aku sama Dova eeh pas balik semuanya pada gaada ditempat,Uda feeling sih kalau bakal di surpresin,Yeee emang bener cuman ini lebih meriah aja ya. Masa satu ruangan di lantai 2 pada sorak “Yeeeeeeeeee.....” pas semuanya dateng ngasih kue,ngasih bunga,balon ahhh lengkap ye dan aku bener-bener terkesima halah .

Nah,sebelumnya, Alhamdulillah banget ni ye tahun ini ulang tahun punya gandengan , bukan sekedar gandengan aja , tapi gyandengan. Ah,jadi malu kan . Daaannn aku dapet kado men, akhirnya men , di umur 21 tahun men baru dapet kado sekali ini haha ngenes kan. Banget .
Yeeeeyyy aku dapat tas baru , karena aku disuruh milih sendiri, yaudin , langsung ajakan yak ga pake lama . Pandangan ini jatuh pada tas kecil warna pink muda yang lutchu unch unch #prettt
Nah lanjut, Aku juga dapet kue dari genk kecil ini , Nah bodohnya aku yang lupa foto kuenya. Terus aku dapat buket bunga dari Mirla,Thanks ya mirl sama satu lagi dapet box yang isinya bunga dari flanel yang ada tulisannya IU aaaarrrkkk makaci yaaa,doi juga nyiapin balon balon helium,perjuangan banget gasiiiii, dari Karanganyar loh bawa balon gas, naik sepeda motor.Jadi sebelum malemnya acara,Doi siang-siang nyari perlengkapan dulu,Mana lagi puasa kan yak, How hard his journey :’) dan sebahis acaranya bubar,aku pengen bawa balonnya pulang,dan akhirnya balonnya ditali di belakang sepeda wkwkwk.Dari Solo sampe Karanganyar loh haha.Anyway,Thankyou verry much ma luv.

Dan intinya, Bersyukur banget punya kalian. Semoga nih,Bisa ketemu di 23 Juni tahun besok , besok , besoknya lagi , seterusnya lah, Dan dengan squad yang lengkap. Aamiin. I love u genks .  
Ini dari Mirla

Ini dari yangbeb


Ini juga dari ayangbeb

candid ye


wooo kemayuk


Thankyou genks